Presiden Prabowo Subianto menyambut gembira inovasi Polri yang mengolah limbah tongkol jagung menjadi briket arang sebagai energi alternatif. Di tengah krisis energi global yang membuat banyak negara panik, Indonesia justru mampu menciptakan solusi mandiri dari limbah pertanian.
Foto Ilustrasi
Tuban — Presiden Prabowo Subianto menyatakan rasa gembira dan lega melihat inovasi pemanfaatan limbah pertanian menjadi sumber energi alternatif di Indonesia.
Saat memimpin langsung Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Dusun Kendungsari, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Dikutip (19/5/2026), Prabowo mengapresiasi terobosan Polri yang mengubah tongkol jagung menjadi briket arang.
“Dulu tongkol jagung dibuang, sekarang bisa jadi sumber energi. Luar biasa,” ujar Prabowo dalam sambutannya.
Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa inovasi ini membuatnya sangat lega di tengah situasi global yang sedang tidak menentu.
“Saya gembira, bukan saya pura-pura. Saya lega, karena dunia krisis energi, negara-negara panik. Tapi sekarang saya dikasih tahu, ‘Pak, tenang, kita bisa bikin briket arang dari tongkol jagung’,” tegasnya.
Menurut Prabowo, terobosan ini menunjukkan kreativitas dan semangat gotong royong sumber daya manusia Indonesia dalam menghadapi tantangan global. Limbah tongkol jagung yang selama ini hanya dibuang atau digunakan sebagai pakan ternak kini diolah menjadi briket arang berkualitas sebagai bahan bakar ramah lingkungan.
Inovasi ini merupakan bagian dari serangkaian program Polri mendukung ketahanan pangan dan energi nasional. Selain briket tongkol jagung, Polri juga mengembangkan berbagai produk turunan jagung lainnya, termasuk biochar dan vertical dryer untuk pengolahan hasil panen.
Pada acara yang sama, Prabowo juga meresmikan groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri tahun 2026. Panen serentak kuartal II ini mencakup lahan seluas ratusan ribu hektare di berbagai wilayah Indonesia dengan potensi hasil mencapai 1,23 juta ton jagung.
Dengan adanya inovasi briket tongkol jagung, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani.