img

Gus Ipul Percepat Digitalisasi Bansos, Seluruh Program Kemensos Kini Berbasis DTSEN

Kementerian Sosial mempercepat digitalisasi bantuan sosial berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sesuai Instruksi Presiden, dengan target penerapan nasional pada akhir 2026 untuk memastikan bansos tepat sasaran.

Gus Ipul Percepat Digitalisasi Bansos, Seluruh Program Kemensos Kini Berbasis DTSEN Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul)

JAKARTA - Pemerintah mempercepat digitalisasi bantuan sosial (bansos) berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) demi memastikan penyaluran bantuan tidak lagi salah sasaran.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengatakan pihaknya bersama Badan Pusat Statistik (BPS) terus mempertajam akurasi penyaluran bansos melalui pemutakhiran data, pemanfaatan big data, serta penyempurnaan model pemeringkatan penerima manfaat.

Langkah ini dilakukan untuk menekan kesalahan penyaluran bantuan sosial, baik kepada warga yang tidak berhak maupun warga yang seharusnya menerima bantuan tetapi belum terdata.

"Saya ingin hari ini menjadi tahapan dari proses digitalisasi bansos yang berpedoman pada Inpres nomor 4 dan 8 (Tahun 2025). Jadi semua program menggunakan DTSEN karena itu perintah Presiden. Dengan adanya digitalisasi bansos kita gembira menemukan hal yang mungkin jadi perhatian kita soal bansos tidak tepat sasaran," kata Gus Ipul, Selasa (12/5/2026).

Gus Ipul meyakini kesinambungan basis DTSEN dan proses digitalisasi akan meningkatkan akurasi bansos. "DTSEN ini memang mengoreksi data kita. Sekarang DTSEN diperkuat dengan digitalisasi. Artinya ini menjadi benang merah yang tidak putus," ujarnya.

Diuji di Banyuwangi, Kini Direplikasi ke 42 Daerah

Gus Ipul menyebut uji coba digitalisasi yang dilakukan di Banyuwangi menunjukkan hasil yang menggembirakan dan kini mulai direplikasi di 42 kabupaten/kota, dengan target penerapan secara nasional pada akhir tahun 2026.

Namun demikian, ia mengakui masih ada tantangan di lapangan. "Tapi ini kan harus dilalui, untuk mengedukasi masyarakat ke depan," kata Gus Ipul.

BPS Kerahkan Teknologi Canggih

Kepala BPS Amalia menjelaskan digitalisasi bukan sekadar transformasi teknologi, tetapi alat bantu untuk mempercepat pemutakhiran DTSEN agar lebih akurat dan tepat sasaran. "Esensinya adalah digitalisasi ini sebagai alat bantu untuk memuluskan dan memutakhirkan dengan lebih cepat dan akurat," kata Amalia.

BPS juga tengah menyiapkan penyempurnaan pengukuran kesalahan penyaluran bansos melalui hasil Sensus Ekonomi 2026, yang akan digunakan untuk menghitung desil masyarakat secara lebih akurat dan membandingkannya dengan realisasi penyaluran bansos Kemensos.

Teknologi geotagging, citra satelit, hingga foto kondisi rumah akan digunakan dalam pengolahan model Proxy Means Test (PMT). "Kami akan memanfaatkan big data, dengan men-overlay geotagging dengan citra satelit, plus foto kondisi rumah dengan metode scoring masuk ke dalam model PMT," kata Amalia. 

Banner Side 1
BAGIKAN :