Juru Bicara BEM Bersatu mengungkap adanya indikasi keterlibatan mantan jenderal dalam mendukung Tiyo Ardianto di balik gerakan mahasiswa menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Tuduhan ini semakin memanaskan situasi politik saat ini.
Jakarta — Juru Bicara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Bersatu mengungkap indikasi adanya keterkaitan mantan jenderal dengan Tiyo Ardianto dalam gerakan mahasiswa yang menolak Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan ini disampaikan Jubir BEM Bersatu dalam konferensi pers, Kamis (11/6/2026).
“Kami menemukan indikasi kuat keterlibatan mantan jenderal yang mendukung dan berada di belakang Tiyo Ardianto dalam gerakan tolak MBG ini,” ujar Jubir BEM Bersatu.
Menurutnya, gerakan yang digelar mahasiswa selama ini bukan murni aspirasi dari bawah, melainkan ada dorongan dari pihak tertentu yang memiliki kepentingan politik.
“Gerakan ini dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu. Kami menemukan jejak keterlibatan mantan jenderal yang mendukung Tiyo Ardianto,” tambahnya.
Tiyo Ardianto sendiri dikenal sebagai salah satu tokoh yang vokal menolak Program MBG. BEM Bersatu menilai gerakan tolak MBG yang dipimpinnya memiliki latar belakang yang lebih kompleks daripada sekadar penolakan terhadap program pemerintah.
Hingga berita ini diturunkan, Tiyo Ardianto dan pihak terkait belum memberikan tanggapan atas tudingan tersebut.