Aliansi Ikatan Keluarga Mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (IKM FIB UI) menegaskan mahasiswa bernama Daffa Ulhaq yang ikut dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke NTT, Gorontalo, dan Papua bukan utusan organisasi kemahasiswaan maupun lembaga resmi kampus. Universitas Indonesia pun menyatakan tidak pernah menerima pemberitahuan resmi dari Sekretariat Wakil Presiden terkait keikutsertaan mahasiswanya itu.
Jakarta – Aliansi Ikatan Keluarga Mahasiswa Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (IKM FIB UI) yang terdiri dari BEM FIB UI dan seluruh institusi Himpunan Mahasiswa se-FIB UI mengeluarkan pernyataan resmi untuk meluruskan informasi di ruang publik terkait keikutsertaan salah satu mahasiswanya dalam kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Mahasiswa yang dimaksud adalah Daffa Ulhaq. Aliansi IKM FIB UI mengakui Daffa merupakan mahasiswa aktif Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, namun menegaskan kehadirannya dalam agenda kenegaraan tersebut dilakukan dalam kapasitas pribadi.
"Kehadiran, partisipasi, maupun penggunaan atribut kampus berupa jaket almamater UI oleh yang bersangkutan dalam agenda kenegaraan tersebut dilakukan dalam kapasitas personal dan sama sekali tidak mewakili sikap IKM FIB UI, BEM FIB UI, maupun seluruh Himpunan Mahasiswa Departemen/Program Studi di lingkungan FIB UI," tulis Aliansi IKM FIB UI dalam pernyataan resmi yang diunggah di media sosial pada Jumat (19/6/2026).
Aliansi IKM FIB UI juga menegaskan bahwa seluruh tindakan yang dilakukan Daffa selama mengikuti kegiatan tersebut berada di luar koordinasi organisasi mahasiswa kampus.
"Segala bentuk tindakan yang bersangkutan dalam kegiatan tersebut murni merupakan inisiatif kapasitas personal atau terafiliasi dengan penugasan pihak eksternal, yang sepenuhnya berada di luar garis koordinasi, wewenang, dan persetujuan lembaga kemahasiswaan intra-kampus FIB UI," lanjut pernyataan tersebut.
Senada dengan itu, pihak Universitas Indonesia turut angkat bicara. Rektor UI Heri Hermansyah menegaskan bahwa pihak kampus tidak pernah menunjuk, mendelegasikan, maupun memberikan penugasan resmi kepada Daffa untuk mengikuti kegiatan tersebut.
"Berdasarkan pengecekan internal yang telah dilakukan, Universitas Indonesia tidak menerima surat permohonan ataupun pemberitahuan resmi dari Sekretariat Wakil Presiden," tegas Rektor UI. Ia menambahkan, keikutsertaan Daffa dalam kegiatan tersebut bukan merupakan bagian dari program resmi universitas maupun kegiatan akademik yang diselenggarakan kampus.
Lima Mahasiswa Dampingi Gibran ke NTT, Gorontalo, dan Papua
Pekan lalu, pada Kamis (18/6/2026) hingga Minggu (21/6/2026), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengajak lima mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk mendampingi kunjungan kerjanya ke sejumlah daerah.
"Hari ini kami ditemani beberapa perwakilan mahasiswa. Kita akan berangkat ke Ende, Gorontalo, dan juga Papua. Jadi, pemerintah berkomitmen untuk terus memperbaiki tata kelola MBG dan koperasi," kata Gibran di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, saat keberangkatan.
Kelima mahasiswa tersebut adalah Daffa Ulhaq dari Universitas Indonesia, Keletus Sakaro dari Universitas Sanata Dharma, Nolan Christopher Adam dari Universitas Pelita Harapan, Rapid Bena Matin dari Universitas Jenderal Soedirman, dan Salsabila Maulida dari Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI).
Kunjungan kerja itu disebut sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat pengawasan serta menyempurnakan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Salah satu yang ditinjau langsung oleh Gibran adalah operasional dapur MBG di sekolah. Gibran juga meninjau revitalisasi Pasar Lama Mbongawani di Kabupaten Ende, NTT, meninjau Bendungan Bulango Ulu di Gorontalo, serta membuka Pekan Nasional Petani Nelayan (PENAS) XVII Tahun 2026 yang digelar di Gorontalo pada Sabtu (20/6/2026).