Di bidang pendidikan, M. Tahir mengapresiasi perjuangan Sari Yuliati dalam mendorong realisasi Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi ribuan pelajar dari keluarga kurang mampu di NTB.
M. Tahir, Direktur Eksekutif Pusat Studi Konflik Agama dan Budaya (PUSKAB)
MATARAM – Direktur Eksekutif Pusat Studi Konflik Agama dan Budaya (PUSKAB) NTB, M. Tahir, memberikan apresiasi tinggi atas perjalanan pengabdian Sari Yuliati yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata dan terasa langsung di tengah masyarakat Pulau Lombok dan Nusa Tenggara Barat.
Menurut M. Tahir, kiprah Sari Yuliati sejak menjabat anggota DPR RI periode 2019–2024, kemudian dipercaya memimpin Komisi III DPR RI, hingga kini menduduki posisi Wakil Ketua DPR RI, merupakan perjalanan pengabdian yang patut diapresiasi oleh seluruh elemen masyarakat NTB.
"Sari Yuliati bukan sekadar politisi yang datang saat musim pemilu. Beliau hadir secara konsisten, membawa program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan dasar masyarakat. Ini yang membedakan beliau dari banyak figur lain," ujar M. Tahir, Jumat (22/05).
M. Tahir menyoroti kontribusi Sari Yuliati di berbagai sektor pembangunan di NTB. Di bidang perumahan, program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang diperjuangkan Sari Yuliati disebut telah membantu puluhan ribu warga mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak.
"Rumah adalah kebutuhan paling mendasar. Ketika seorang wakil rakyat mampu memperjuangkan program seperti BSPS secara masif dan berkelanjutan, itu bukan hal kecil. Itu bukti keberpihakan yang sesungguhnya," tegasnya.
Di bidang pendidikan, M. Tahir mengapresiasi perjuangan Sari Yuliati dalam mendorong realisasi Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) bagi ribuan pelajar dari keluarga kurang mampu di NTB. Menurutnya, akses pendidikan yang merata adalah fondasi penting bagi kemajuan suatu daerah.
"Anak-anak dari keluarga sederhana di Lombok dan NTB harus punya kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan. Program KIP dan PIP yang diperjuangkan beliau menjadi salah satu jembatan nyata menuju cita-cita itu," katanya.
Dari perspektif keagamaan dan sosial budaya, M. Tahir yang sehari-hari bergelut dengan isu-isu konflik agama dan kebudayaan daerah mengapresiasi perhatian Sari Yuliati terhadap pembangunan dan rehabilitasi masjid, madrasah, serta pondok pesantren di NTB.
"Menjaga lembaga-lembaga keagamaan dan pendidikan Islam adalah investasi jangka panjang untuk membangun karakter masyarakat yang berakhlak dan berbudaya. Sari Yuliati memahami dimensi ini dengan baik," ujarnya.
Ia juga menyoroti perjuangan Sari Yuliati dalam mendorong pembangunan irigasi pertanian, pembukaan akses jalan desa melalui program PISEW, serta penyediaan sanitasi dan air bersih melalui program SANIMAS dan PAMSIMAS.
"Program-program infrastruktur dasar seperti irigasi dan jalan desa ini berdampak langsung pada kehidupan masyarakat pedesaan yang sebagian besar bermata pencaharian sebagai petani. Ketika sawah terairi dan hasil panen mudah diangkut ke pasar, kesejahteraan petani meningkat," jelasnya.
M. Tahir menilai, kesinambungan perhatian Sari Yuliati terhadap NTB meski kini telah menduduki jabatan lebih tinggi sebagai Wakil Ketua DPR RI merupakan tanda kepemimpinan yang matang dan amanah.
"Banyak orang ketika naik jabatan lupa dari mana mereka berasal. Sari Yuliati tidak demikian. Beliau tetap hadir, tetap memperjuangkan aspirasi daerah, dan tetap memastikan NTB mendapatkan porsi perhatian dalam pembangunan nasional," ungkapnya.
Sebagai akademisi yang mengkaji dinamika sosial dan budaya NTB, M. Tahir berharap dedikasi Sari Yuliati dapat menjadi teladan bagi generasi pemimpin berikutnya di daerah ini.
"Kami di PUSKAB NTB berharap semangat pengabdian seperti yang ditunjukkan Sari Yuliati bisa menginspirasi lebih banyak pemimpin daerah untuk bekerja dengan hati, berpihak kepada rakyat kecil, dan menjadikan jabatan sebagai amanah, bukan sekadar prestise," pungkasnya.*