img

Titiek: Bangsa Pemakan Tempe, Kedelai Masih Impor

Titiek Soeharto menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai, meski tahu dan tempe menjadi makanan sehari-hari masyarakat.

Titiek: Bangsa Pemakan Tempe, Kedelai Masih Impor Siti Hediati Hariyadi, S.E., Pengusaha dan politikus senior Indonesia saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi IV DPR RI periode 2024–2029.

Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai, meski tahu dan tempe menjadi makanan sehari-hari masyarakat. Hal itu disampaikan Titiek saat menghadiri Panen Raya Kedelai Ketahanan Pangan TNI AL Tahun 2026 di Desa Ngudikan, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (14/5/2026).

"Kita ini, bangsa Indonesia, bangsa yang makan tahu-tempe setiap hari. Tapi kedelainya harus impor," ucap Titiek kepada wartawan usai kegiatan. Ia mengungkapkan kebutuhan kedelai nasional saat ini mencapai 2,6 juta ton per tahun, namun produksi dalam negeri baru berada di kisaran 270.000 ton sehingga sebagian besar kebutuhan masih dipenuhi melalui impor. "Jadi, banyak sekali 90 persen (kebutuhan kedelai) masih impor," ujarnya.

Titiek menegaskan kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan agar target swasembada kedelai dapat segera tercapai. "Ini harus kita tangani, kerja keras kita bersama, supaya dalam waktu secepat-cepatnya kita bisa swasembada kedelai," tuturnya. Ia juga mengapresiasi keterlibatan TNI Angkatan Laut dalam mendampingi petani kedelai di Nganjuk yang berhasil melampaui rata-rata produktivitas nasional. "(Di Nganjuk) sudah bisa panen di tanah 2.000 hektar dengan hasil bagus. Biasanya di nasional produksi 0,7 ton per hektar. Ini di sini bisa di atas 2 ton per hektar," bebernya.

Titiek berharap kolaborasi antara pemerintah, TNI, akademisi, petani, dan masyarakat dapat terus diperkuat untuk mendukung percepatan swasembada pangan nasional. Kegiatan Panen Raya Kedelai di Nganjuk tersebut turut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi.

Banner Side 1
BAGIKAN :