img

Pergantian Pimpinan BGN: Momentum Perbaikan MBG demi Gizi Anak Bangsa

Ketua Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan MN KAHMI, Laca Muhamad, menyambut positif keputusan Presiden dan menyatakan dukungan penuh terhadap langkah evaluasi yang dilakukan pemerintah merombak pimpinan BGN.

Pergantian Pimpinan BGN: Momentum Perbaikan MBG demi Gizi Anak Bangsa Ketua Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan MN KAHMI- Laca Muhamad. (foto: dok.pribadi)

Jakarta - Ketua Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Bidang Pertanian dan Ketahanan Pangan, Laca Muhamad, menyambut positif keputusan Presiden dan menyatakan dukungan penuh terhadap langkah evaluasi yang dilakukan pemerintah.

Menurut Laca, pergantian pimpinan BGN merupakan respons nyata terhadap aspirasi masyarakat yang menginginkan pengelolaan Program MBG berjalan lebih bertanggung jawab.

Langkah tersebut dinilai sebagai keputusan tegas untuk menjawab tuntutan publik terkait tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang lebih bersih, transparan, dan akuntabel.

“Presiden Prabowo telah bertindak berani dan benar. Evaluasi selama satu setengah tahun adalah proses yang terukur, bukan keputusan terburu-buru. Kami mendukung penuh langkah ini karena program sebesar MBG tidak boleh berjalan setengah hati.” ujar Laca dikutip dalam keterangan tertulis, pada Kamis (5/6/2026).

Diketahui, Presiden Prabowo Subianto merombak seluruh jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) pada Selasa (2/6/2026). Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sonny Sanjaya resmi digantikan setelah melalui evaluasi kinerja selama hampir satu setengah tahun.

Bagi Laca, keputusan Presiden ini merupakan cerminan seorang pemimpin yang benar-benar mendengarkan aspirasi rakyat. Keluhan masyarakat atas kualitas program MBG, mulai dari insiden keracunan makanan di sekolah-sekolah hingga ribuan titik layanan yang bermasalah, kini mendapatkan jawaban nyata dari pucuk pimpinan negara.

Disisi lain, Laca secara khusus memandang penunjukan Nanik S. Deyang sebagai pilihan yang lebih relevan secara substansi. 

Menurutnya, sosok Nanik bukan figur baru, dimana sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN sejak September 2025 dan terlibat aktif dalam perencanaan MBG sejak 2024. 

Rekam jejak tersebut menjadi modal penting bahwa Nanik memahami seluk-beluk persoalan dari dalam sistem, sehingga langkah perbaikan yang ia ambil diharapkan lebih tepat sasaran dan tidak membuang waktu untuk adaptasi.

“Nanik S. Deyang bukan orang luar yang baru masuk. Ia sudah ada di dalam sistem, memahami persoalannya dari dalam, dan kini diberi mandat untuk memperbaikinya. Dari sisi latar belakang keilmuan pun, biologi jauh lebih relevan untuk urusan gizi dibanding entomologi," jelasnya.

Sementara itu, Laca juga meminta agar seluruh penyelewengan dalam penyelenggaraan MBG baik yang menyangkut tata kelola distribusi, kualitas bahan pangan, maupun pertanggungjawaban anggaran dapat diproses secara hukum tanpa tebang pilih. 

“Kami meminta agar proses evaluasi ini tidak berhenti pada pergantian nama di kursi pimpinan. Seluruh temuan harus diusut tuntas. Jika ada pelanggaran, harus ditindak sesuai hukum. Presiden Prabowo telah menunjukkan keseriusannya. Jangan sampai semangat itu berhenti di tingkat kebijakan tanpa ditindaklanjuti di lapangan," pungkasnya. (*)

Banner Side 1
BAGIKAN :