img

Komisi XI Soroti Pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS

Misbakhun mendesak Bank Indonesia segera mengambil langkah stabilisasi secara konkret, bukan sekadar pernyataan yang menenangkan publik.

Komisi XI Soroti Pelemahan Rupiah terhadap Dolar AS Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI dan politisi Partai Golkar

Nilai tukar rupiah terus melemah dan kini telah menyentuh level Rp17.596 per dolar Amerika Serikat berdasarkan data Bloomberg per Jumat (15/5/2026), jauh di bawah asumsi rupiah dalam APBN 2026 yang dipatok Rp16.500 per dolar AS. Ketua Komisi XI DPR RI Misbakhun mendesak Bank Indonesia segera mengambil langkah stabilisasi secara konkret, bukan sekadar pernyataan yang menenangkan publik.

"Oleh karena itu, Bank Indonesia harus segera melakukan upaya stabilisasi secara konkret agar memberikan kembali rupiah pada penguatan yang memadai. Karena Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo sendiri sudah menyampaikan bahwa rupiah undervalued," ucap Misbakhun, Minggu (17/5/2026). Ia menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto terkait rupiah hanya merupakan upaya menjaga psikologi publik, sementara pelaku ekonomi tetap membutuhkan kepastian kebijakan agar tidak meragukan stabilitas nilai tukar.

Misbakhun juga memperingatkan dampak jangka panjang dari pelemahan rupiah yang berkepanjangan. "Kalau ini berkepanjangan terus menerus bisa mempengaruhi kepercayaan masyarakat kepada institusi Bank Indonesia karena dianggap tidak bisa menjaga atau mempertahankan nilai tukar rupiah pada posisi yang sebenarnya," terangnya. Meski demikian, Misbakhun menegaskan kondisi perekonomian saat ini jauh lebih baik dibanding periode krisis 1998. "Fundamental kita sangat kuat saat ini dan struktur ekonomi kita juga jauh lebih kuat dibandingkan periode-periode tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyatakan pelemahan nilai tukar rupiah tidak akan berdampak ke kehidupan masyarakat desa karena transaksi di pedesaan lebih banyak menggunakan rupiah. "Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa gak pakai dolar. Yang pusing itu, yang suka keluar negeri," tutur Prabowo. Ia menegaskan fundamental perekonomian Indonesia tetap terjaga dan mengajak seluruh pemangku kepentingan bersinergi untuk meningkatkan laju perekonomian.

Banner Side 1
BAGIKAN :