img

Pengamat Sebut "Jokowi Effect" Akan Hadapi Tantangan Baru di PSI

Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago menilai efek Jokowi (Jokowi Effect) kini menghadapi tantangan baru. Sentimen publik terhadap Jokowi berubah menjadi lebih kritis, sehingga PSI dan Projo yang masih bergantung pada nama Jokowi perlu bekerja lebih keras.

Pengamat Sebut "Jokowi Effect" Akan Hadapi Tantangan Baru di PSI

JAKARTA - Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting, Pangi Syarwi Chaniago, menilai "Jokowi Effect" dalam kontestasi politik tidak akan semudah masa sebelumnya.

Menurut Pangi, sentimen publik terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo kini telah berubah. Masyarakat mulai lebih kritis dan mengevaluasi kinerja Jokowi selama 10 tahun pemerintahan.

"Justru hari ini orang memaki, mendowngrade dan mencaci Jokowi di media sosial. Jadi kita lihat nanti namanya usaha ya, enggak apa-apa namanya keyakinan usaha, coba saja, semoga berhasil," ujar Pangi kepada Kompas.com, Jumat (15/5/2026).

Pangi tidak menampik bahwa Jokowi masih memiliki pengaruh kuat bagi PSI maupun Projo. Namun, ia mengingatkan bahwa hanya mengandalkan nama Jokowi tidak menjamin hasil maksimal di pemilu.

Ia mencontohkan PSI pada Pemilu 2024 yang mengusung "Jokowisme" namun gagal melampaui ambang batas parlemen.

Meski demikian, Pangi melihat PSI dan Projo masih sangat bergantung pada Jokowi Effect dibandingkan brand partai mereka sendiri.

Jokowi Siap Turun Gunung

Sebelumnya, Jokowi menyatakan kesiapannya turun langsung ke masyarakat hingga tingkat kecamatan untuk memenangkan PSI di Pemilu 2029. Ia siap berkeliling ke seluruh provinsi, kabupaten/kota, bahkan kecamatan untuk memperkuat struktur dan jaringan partai.

"Saya masih sanggup datang ke provinsi-provinsi, semua provinsi. Saya masih sanggup datang ke kabupaten/kota, kalau perlu sampai tingkat kecamatan saya masih sanggup," tegas Jokowi dalam Rakernas PSI di Makassar, Januari 2026.

Banner Side 1
BAGIKAN :